Kompas - Karateka putri asal Papua, Yolanda Asmuruf, meraih emas pertama bagi Indonesia pada kejuaraan internasional Korea Terbuka di Busan, Korea Selatan, Jumat (18/6), di kelas -68 kilogram. Di final, Yolanda menang 8-0 atas karateka Iran, Maria Batebei.
Poin demi poin Yolanda hasilkan dari pukulan andalannya, giaku tsuki (pukulan lurus ke arah perut lawan), termasuk delapan poin di laga final. Yolanda bahkan menyudahi pertandingan dengan skor 8-0 ketika waktu masih tersisa 45 detik.
Adapun Jintar Simanjuntak dominan dengan kizami tsuki (pukulan mengarah ke muka lawan). Menurut manajer tim karate Indonesia, Djafar Djantang, kedua karateka memiliki kelebihan pada pukulan dan pandai memainkan tempo pertandingan serta memanfaatkan serangan balik.
Dua karateka Indonesia, Donny Dharmawan di kelas -61 kg dan Jintar Simanjuntak di nomor -68, masuk ke semifinal. Laga semifinal dan final keduanya akan digelar Sabtu ini.
Karateka putri Tantri Widya Sari di kelas -61 kg ke babak kedua setelah mengalahkan karateka Korea Selatan, Kang Hyun-jung, 6-0. Namun, Telly Melinda di kelas -50 kg menyerah dari karateka Vietnam.
Di kelas bebas putra dan putri, Indonesia menurunkan Donny, Jintar, Tantri, dan Yolanda. Namun, hanya Yolanda melewati babak penyisihan. Di kelas bebas, Yolanda memukul Maria Batebei (Iran) 6-0 dan karateka Korea Selatan, Kim Kyung-ju, dengan skor 7-2. Dengan dua kemenangan itu, Yolanda lolos ke semifinal kelas bebas putri.
”Kekalahan tiga karateka di kelas bebas lebih disebabkan perbedaan berat dan tinggi badan yang tidak seimbang,” ujar Djafar kepada wartawan Kompas, Muhammad Kurniawan, di Busan.
Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji puas dengan penampilan tim Indonesia. Namun, dia berharap stamina, kecepatan, teknik, dan strategi pemain perlu ditingkatkan untuk tampil di Asian Games.
0 komentar:
Poskan Komentar