Senin, 28 Juni 2010

Kejurnas Mendagri : Sulsel dan DKI Bersaing Jadi Juara Umum Kejurnas Karate Junior

TEMPO Interaktif, Makassar -Tim Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta bersaing ketat dalam perolehan medali Kejuaraan Nasional Karate Junior di Celebes Convention Centre Makassar. Sampai siang ini, kedua tim berhasil medali emas yang sama, sebanyak delapan emas.

Data perolehan sementara yang diperoleh dari panitia, Dki Jakarta meraih 8 emas, 5 perak dan 10 perunggu. Disusul Sulawesi Selatan 8 emas, 4 perak dan 15 peruggugu. Lalu Perguruan Inkai meraih 7 emas, 9 perak dan 13 peruggu, dan Jawa Barat sebanyak 3 emas, 2 perak dan perunggu.

"Hasil ini belum tetap karena masih berlangsung hingga sore hari," kata Mayor Jendral TNI Soenarji Soepandji, Ketua PB Ketua Umum PB Forki.

Menurut rencana, akan ditutup hari ini, tapi informasi yang diperolehnya Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh kemungkinan besar batal menutup Kejuaraan Nasional Karate Junior yang memperebutkan Piala Mendagri XIV dan Mendiknas III karena berhalangan datang.

Kepada Tempo, Soenarji mengatakan Muhammad Nuh sedang ada kegiatan di Surabaya untuk mengahdiri pelantikan Rektor Univeritas Surabaya. Rencananya penutupan akan diambil alih,

Ia juga mengatakan, selama pelaksaan kejurnas berjalan lancar. Peserta juga sangat antusias melihat keiikutsertaan peserta berasal dari 32 provinsi dan 18 perguruan karate seluruh Indonesia.


"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini akan mucul bibit baru agar ada regenerasi," katanya.

Dia melanjutkan, bagi atlet yang keluar sebagai juara di nomor pertandingan cadet akan dimasukkan ke Pelatnas untuk dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Karate Asia Junior di Hongkong pada 3 Juli mendatang. Program lainnya, akan membuat film dokumenter tentang karate yang mengambil lokasi di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Bali dan Sulawesi Selatan, yang bertemakan pembentukan karakter dengan moral pendidikan.

Skenario film dokumenter tersebut sementara digodok, tetapi gambaran film yang berdurasi 90 menit dan serentak diputar Juli 2011 ini berbicara tentang seorang anak yang sementara latihan karate, wataknya dibina seorang kesatria sportif, mengakui kelebihan lawan dan mengakui diri sendiri.

"Pemerannya masih dicari tapi kemungkinan seorang atlet sendiri," ucapnya.

Program lain yang telah dilakukannya adalah kegiatan Tallent Scooting yang bertujuan untuk mengukur kelenturan, ketahanan, kecepatan, penyusuian, reaksi dan cepat tindak. Program ini merupakan data pribadi kondisi atlet sebelum bertanding agar diketahui kemampuan kejiwaannya.

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

0 komentar:

Poskan Komentar