TEMPO Interaktif, Makassar - Tuan rumah Sulawesi Selatan gagal mencapai target menjadi juara umum Kejuaraan Nasional Karate Junior memperebutkan piala Mendagri XIV dan Mendiknas III, Tim Sulawesi Selatan mampu meraih posisi kedua. Juara umum diraih tim DKI Jakarta.
DKI Jakarta berhasil mengumpulkan 11 emas, 6 perak dan 12 Perunggu, sementara Sulawesi Selatan hanya 9 emas, 6 perak dan 6 perunggu. Ditempat ketiga ditempati Perguruan Inkai dengan 8 emas, 12 perak dan 16 perunggu. Sementara karateka terbaik di kelas Cadet putri yang berhak mendapatkan piala bergilir Mendagri XIV diperoleh Aprilia, asal Jawa Timur, dan kelas putra Sandy Firmansyah dari Jawa Barat.
Untuk piala Mendiknas III, di bagian putri diraih karateka asal Sumatera Utara atas nama Tiffany Hadi, dan putra diraih oleh Maruli J L ButarButar, dari perguruan KKI. Mereka ini turun di kelas Junior.
Ketua Kontingen Atlet Sulawesi Selatan Ellong Chandra mengatakan apa yang dicapai oleh para atletnya sudah membanggakan, meski gagal meraih juara umum. Pasalnya pada kejuraan yang sama di Lampung tahun lalu, Sulawesi Selatan hanya menempati urutan keempat.
“Ini membuktikan ada peningkatan. Kami tidak gagal kok, hanya saja DKI lebih banyak membawa atletnya dibanding dengan kami, hanya 78 orang saja. Kedepan kami akan lebih menggodok dan melakukan evaluasi,” kata dia di sela penutupan kejurnas, Sabtu (26/6).
Ketua Umum PB Forki, Mayor Jendral TNI Purnawirawan, Endarji Soepandji mengatakan, bagi karateka yang masuk sepuluh besar di kelas usia dini, sesuai janji Menteri Pemuda dan Olahraga akan dimasukkan ke Pendidikan Latihan dan Pelajar (PPLP). Kemudian karateka usia 14-15 tahun akan masuk Program Indonesia Emas. Begitu pula Juara 1 di kelas Cadet akan masuk Pelatnas pada 4 Juli mendatang untuk dipersipakan mengikuti kejuaraan Karate Asia Junior yang akan digelar di Hongkong. Sedangkan dibawah usia 21 tahun akan kirim ke Jakarta untuk dipersiapakan pada kejuaraan internasional seperti Seagames dan Asian Games.
“Saya berharap para atlet yang juara ini jangan sombong. Teruslah berlatih karena masih banyak yang harus dilalui,” katanya.
Ketua PB Forki Sulawesi Selatan sekaligus Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tidak menginginkan olahraga karate tidak memiliki regenerasi yang baik. “Tugas kita kedepan mempersipakan sejak dini karena kami sadar negara lain pun melakukan yang sama,” kata dia.
ARDIANSYAH RAZAK BAKRI
0 komentar:
Poskan Komentar